galak….ya makin galak..
July 1st, 2008 by granita-ririe
3hari pertama stay di rumah baru at tasbi medan, aku dan maid dibuat geleng-geleng kepala. 3 kali berturut kami dikerjai pemulung kompleks. Namanya juga pindahan, banyak kardus dan sampah kertas. kami pasck rapih2 agar tukang sampah mudah mengangkutnya. baru 5menit kami tinggalkan ruang depan untuk beberes…arggghhh..kardusnya ilang isi sampah bertebaran di jalanan dan hampir melewati sisi rumah tetangga.
kami bereskan..
dan itu terulang kembali, hingga aku melihat tetangga sebelah yang belum kami kenal memarahi pemulung yang sedang membongkar sampah. aku masih bingung, apakah dia marah dengan sampahku atau pemulung.
hari ke3 kutemukan jawabnya. plastik yang telah terbungkus dan kuikat tali agar tak dibongkar amburadul, kutaruh sejajar dengan pintu depan. akuingin menyaksikan langsung apa sebenernya pola mereka memulung..karena baru kali ini dapat pemulung ajaib. waktu tinggal dibandung dan jakarta gak separah ini.
wowwww..pantes berantakan..dia keluarkan isi sampah plastik mana yang masih bagus untuk dia ambil dan cara mengeluarkan dengan menaburkan sesuka dia dihalaman rumah, untuk plastik jeles di robek untuk dia pilih isinya.
mengibarkan bendera perang nih..
denga nada pelan tetep tegas aku bilang "bu, sampahnya jangan berantakan ,sudah saya rapihkan"..ibu itu cuek saja tetep membongkar
"IBU!!!! JANGAN BERANTAKAN. SUSUN KEMBALI!!!!" melotot mata, nada tinggi membentak dan telunjuk mengacung arah sampah. Dan ternyata dengan begitu dia baru mau melaksanakan. heran aku! kok kudu dibentak dan nada tinggi baru ngerti
tetangga depan ada melihat dan setelah pemulung pergi dia berkata" kak (panggilan untuk perempuan dimedan ), pemulung disini memang begitu, hati-hatio sendal atau apa saja yang ada diluar. tanaman kami hilang, jemur ikan asin pun hilang, hati-hati. tak usah taru di luar sampah,biar tukang sampah ketuk rumah kita untuk ambil sampah".dia seorang supir tetangga depan yang memang dah kami kenal. dia tersenyum melihat aku naik pitam dengan pemulung. katanya ini sudah biasa. dari majikannya aku dapat kata lebih mantap "pemulung sini brengsek2..hati-hati. mereka bukan pemulung asli. mereka peternak babi, yang sedang mencari sisa makanan untuk ternaknya. cara mereka begitu, ambil plastiknya, hamburkan sampahnya. tak semua pemulung. berhati-hatilah"…..wawwwwwwwww..keteganganku tinggal dikomplek ini naik 50% daripada tinggal dijakarta…
seminggu pertama tinggal di rumah tasbi ini kami beradaptasi dengan para penipu. setiappppppppp hari berkali-kali rumah kam didatangi sejumlah penipu,dari sumbangan komplek oleh oknum yang tiba2 sudah membuka pintu depan menyapa aku sok ramah dan minta 50rb untuk sumbangan sosial cuma kuitansi lecek ttd seseorang entah siapa. standard hidup jakarta kuminta surat ketengan syah RT dan RW komplek ini gelagapan dia cengar-cengir . bicara ngalor ngidul" o kaka habis solat ya maaf saya anggu"..aku bingung kok dibilang habis solat, keluar cuma pake daster dan jilbab "tidak, saya memang berjilbab!" aku jalan terus mengiring langkah ia agar mundur dari pintu depanku dan keluar dari rumahku. "ah saya jadi segan lah ternyata kaka berjilbab ya" heran apa maksudnya sih? tak kupandangi cengigis muka orang itu langsung ku kunci pagar.
"disini jangan terbuka pintu pagar, tutup saja pintu depan rumah.banyak orang suka tipu disini "pesan ibu tetangga depanku….oalahhh mana rumah kontrakan ini tak dilengkapi pintu kawat, kalo kututup masya Allah..panas kali….
tahap awal pagar kukunci terus, kami membeli gembok berkode hingga tak perlu repot cari kunci untuk buka n tutup. lama2 terbiasa didalam rumah dengan panasnya medan.dannnnnnnnnnnnnnn seminggu 3x mati lampu!!!! sekali mati 4jam. alamakkkk panasnya tanpa kipas angin. mandi sauna
disini harus lugas,jelas,dan tegas. itu kupelajari. tak ada bicara basa-basi, kadang tak mengerti malah dianggap gak ngomong. tawar menawar dengan pedagang harus berani 50%off, karena mark up mereka edan-edanan,dan cepat mengiyakan kalo kita tawar dan cuek tinggalkan. saling maki dan punya aturan sendiri. ini kuperhatikan di lalu lintas. sering kali harus melambatkan mobil karena pengendara saling memaki didepan dan bercakap2 dengan kata-kata aduhai…..oala….
saat dikeramaian mall atau saat kemarin di Greenhill tempat wisata baru di medan. aku geleng2 kepala melihat cara antri dan kebersihan..masya Allah kok serempak ya gak doyan antri. dan cuek aja tuh ngambil barisan.salah seroang bilang"kalo lagi begini, malunya dikantongi dulu…". dan kompak tiap pengunjung yang kulihat buang sampah dimana saja sambil naik mobil, jalan kaki. bukan bungkus permen atau puntung rokok, plung gelas plastik coca cola, plung kardus makanan .itu dimana saja mereka mau. tempat mewah wisata itu tak ubah tempah sampah yang indah. pantes kulihat banyak sekali tukang sapu jalan. untuk 10meter areal tanah ada 2tukang sapu…repotnya ngurusi tabiat buang sampah ini.
sepulang dari pajak ikan lama"pajak+pasar disini, kata pasar = jalan) setelah membeli keprluan rajut dan sulam aku mampir di atm mandiri. rekeningku syariah bisa mengambil disana. ada sejumlah uang yang harus kuambil. ketika ditawari pilihan wah paling besar hanya 1juta. aku mengambil beberapa kali. di pengambilan ke3 aku terkejut dan anakku yang didalem ikut bengong, seorang ibu menggedo keras pintu atm. Astaghfirullah, kulihat kebelakng ..hem wanita baju pink. ok tunggu ya bu..
aku konsentrasi selesaikan pengambilan ke4dan tunggu kartu atm serta struk keluar. uang dan kartu kumasukkan tas, masih menggemngam struk ku buka pintu. dan kucari mana si pinky "Ibu yang gedor pintu saya ?…kudekatkan mukaku ke mukanya. dan dengan intonasi lembut tak segarang saat ia menggedor kasar pintu itu "ya lah, lama kali.. " saat itu juga kubentak dia agar tau kekagetan aku dan anakku didalem."ibu masih punya sopan tidak, saya di dalem ambil uang (sambil kutunjukan beberapa struk ke mukanya). ibu masih punya mulut kan bu?bisa kan ibu ngomong, gak perlu gedor2 pintu. punya sopan santun gak bu.ibu membuat saya marah!!! ". Kubentak ibu itu didepan pengantri lain yang ternyata dia nomor 2 dari antrian setelah aku..kulihat wajahnya pucat dan terdiam tergagap2…oh kusangka nyalimu sekencang gedoran kasarmu. saat itu aku siap, karena aku merasa benar dan masih dalam batas toleransi nasabah yang mengambil uang dan diperlakukan tidak sopan. ribut level apa ku tangani..ibu itu diam tak bicara, menciut..kutinggal dia..aku heran…gayanya garang kali, tapi kuadeni selevel dengan gayanya kok ciut…
sudha siang itu panas, hatiku diuji panas dengan kelakuaan dia. hah…setelah shalat dzuhur aku merenung.."Ya Allah apa aku dini bisa makin garang ya. suamiku aja dah bilang ummi galak, rasanya dijakarta gak sekacau ini walau kriminalitas merajalela. cuma disini sering kali memancing emosi.duh..makin garang kah aku di 1,5 tahun kedepan disini…"puyeng sendiri aku..
suamiku kerja di aceh sejak feb 2008 ,kini bulan ke 6 dia bertugas. bos nya berkata "you chance here…" ketika manajemen dengan teorinya meminta produksi tetap tinggi walau alat banyak yang rusak dan majemuknya karakter pegawai yang ajaib juga dan complicated masalah dilapangan dimana jakarta kadang melihat dari jauh. dan biasanya dalam meeting suami dijuluki Mr.Happy Man. karena kalo bos lagi BT dan ngomel dia tetep smile dan tidak pernah emosi. walau kadang bos hanya perlu pelepas emosi.kasian juga suamiku..dan itu tak berlaku disini. ketika sang bos keukeuh dan suamiku menjawab dengan bahasa bulenya"so, what do you want from me!! ".haduh..aku kaget juga denger ceritanya..
aku pun melihat emosi suamiku naik turun bila dan balik ke lapangan tugasnya.aku tanya..dia bilang lebih berat memanaje manusia daripada mesin yang rusak. itu saja..yah..mungkin di tempat ini kami sedang belajar makna sabar dan mengelola emosi..
yah gitu deh…
masih belajar situais disini.
buat kalian yang orang medan dan baca blog ku, boleh dong kasih info ttg karakter orang sini dan bagaiaman sih baiknya aku dan kelg menyikapinya…
thanks yaaa..
wasswrwb






masyaAllah..kenapa sih harus merespon omongan dengan air 






