AIMI Sukses Hentikan Penayangan Iklan Susu Prestine! June 18th, 2008

    June 18th, 2008

Kuti[an dari Blognya mba yeye Aimi ASI

http://berawaldaridili.com/v2/index.php/2008/06/18/aimi-sukses-hentikan-penayangan-iklan-susu-prestine/

   
       

Satu
lagi catetan sukses AIMI di tahun ini..kita berhasil menghentikan
penayangan iklan susu Prestine yang memang melanggar etika pemasaran
susu formula. Surat cinta dilayangkan ke Prestine, dan mereka langsung
ngajak ketemuan AIMI dan menyatakan OK akan menarik sementara iklannya
dan merevisi sesuai dengan etika pemasaran susu formula.

Iklan Prestine itu menyebutkan *”Aku selalu ingin yang terbaik untuk
buah hatiku, di awal kehidupannya ASI pilihanku. Setahun beranjak, aku
ingin tetap memberikan yang terbaik,
prestine pilihanku”*

Yang beneeer aja!!! Persepsi publik akan berkata : “OK, untuk 1
tahun, anak gue diberi ASI, abis itu gue akan kasih formula yang
bagus”. Padahal ASI itu gak cuma bagus untuk di awal kehidupan, bahkan
sampai si anak beranjak dewasa. Dan ASI bisa diberikan hingga anak
berusia 2 tahun atau lebih!

Aku bilang sama temen2 di AIMI, sudah saatnya kita punya software
buat berhentiin semua iklan sufor yang menyebalkan dan membodohi ummat
itu! Kalo sekarang, kita memang harus satu-satu melayangkan surat cinta
untuk setiap iklan! Semua iklan sufor itu melanggar etika pemasaran
susu formula..gilaa yaa..dan pemerintah a.k.a Depkes diem saja, rumah
sakit pun dengan riang gembira bekerja sama dengan sufor… oooh..
Indonesia yang menyedihkan!More...

Oya, ini surat yang dikirim AIMI untuk Produsen Prestine :

Kepada Yth
Presiden Direktur

PT DAIRYLAND INDONESIA
Wisma Pondok Indah 2 – 11th Fl, Suite1103
Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta 12310
Dengan hormat,
Kami, dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dengan ini ingin
menyampaikan keberatan kami atas iklan Prestine yang beberapa hari
belakangan ini disiarkan di berbagai media televisi yang menurut kami
baik isi maupun narasi dari iklan tersebut sangat bertentangan dengan
fakta yang ada tentang Air Susu Ibu (ASI) dan karenanya bersifat misleading, sehingga dapat menimbulkan pengertian dan persepsi yang salah bagi para pemirsa yang menyaksikannya.
Narasi iklan tersebut kurang lebih berbunyi sebagai berikut:
“Aku selalu ingin yang terbaik untuk buah
hatiku, di awal kehidupannya ASI pilihanku.  Setahun beranjak, aku
ingin tetap memberikan yang terbaik, prestine pilihanku”

Dari narasi di atas, dapat disimpulkan bahwa
perusahaan anda ingin membangun persepsi publik bahwa ASI hanyalah
terbaik di awal kehidupan seorang anak saja, yaitu sampai seorang anak
berumur satu tahun, setelah satu tahun maka yang terbaik bukan ASI
lagi, melainkan susu formula produksi perusahaan anda, yaitu Prestine.
Hal ini sangat bertentangan dengan apa yang
direkomendasikan bersama oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), WHO
dan UNICEF yang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sejak bayi
lahir sampai umur 6 bulan, dan selanjutnya tetap memberikan ASI sampai
anak berusia 2 tahun atau lebih.
Beberapa riset telah membuktikan bahwa ASI
memberikan imunitas yang terbaik dan optimum, bukan hanya di awal
kehidupan seorang anak saja, namun juga ketika ia beranjak dewasa
Berikut kami sampaikan beberapa rangkuman mengenai berbagai manfaat ASI
dari segi gizi, nutrisi dan imunologis:
(a)       di tahun kedua kehidupan seorang anak,
ASI tetap merupakan sumber asupan vitamin C (95%), vitamin A (45%),
protein (38%) dan energi (31%), bahkan melebihi usia anak 2 tahun, ASI
tetap merupakan sumber penting bagi asupan protein, lemak, kalsium dan
vitamin.
(b)       anak tetap mendapatkan berbagai
manfaat imunologi dari ASI, bahkan setelah anak berusia 1 tahun,
faktor-faktor imunologi dalam ASI justru meningkat, sehingga batita
yang tetap mendapatkan ASI secara keseluruhan lebih sehat.
(c)       berbagai keunggulan medis dari kegiatan menyusui dan
pemberian ASI (seperti, misalnya, menurunnya resiko kanker para ibu dan
anak, tingkat IQ yang lebih tinggi, penurunan resiko obesitas pada
anak) sangat tergantung pada dosis – artinya, semakin lama menyusui,
maka aspek perlindungannya akan semakin besar.
(d)       ASI memberikan perlindungan untuk anak-anak yang menderita dan/atau mempunyai riwayat alergi.

Atas paparan kami di atas, kami dengan ini meminta agar PT Dairyland
Indonesia secepatnya dan seketika menghentikan semua iklan yang
ditayangkan baik di media cetak maupun elektronik yang menyatakan baik
langsung maupun tidak langsung bahwa ASI inferior, atau bahkan sama
dibandingkan dengan produk susu formula.
Kami juga meminta agar Anda mematuhi ketentuan International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes beserta seluruh resolusinya yang telah dikeluarkan oleh WHO.
Kami menunggu konfirmasi dari pihak Anda untuk segera melakukan langkah-langkah tersebut di atas.

Nia Umar
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
nia@aimi-asi.org
www.aimi-asi.org
Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia
AIMI
adalah organisasi nirlaba yang berbasis kelompok sesama ibu menyusui
dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI
& prosentase ibu menyusui di Indonesia.
Ternyata surat ini ditanggapi segera dan mereka ngajak meeting
dengan AIMI untuk membicarakan hal ini. Hasilnya? Mereka OK menarik
iklan untuk sementara dan merevisi iklan sehingga narasinya tidak
melanggar etika pemasaran susu formula.

Ternyata surat ini ditanggapi segera dan mereka ngajak meeting
dengan AIMI untuk membicarakan hal ini. Hasilnya? Mereka OK menarik
iklan untuk sementara dan merevisi iklan sehingga narasinya tidak
melanggar etika pemasaran susu formula. Ini kedua kalinya AIMI sukses
menghentikan penayangan iklan sufor. Tahun lalu kita juga kirim surat
yang serupa untuk Nutricia. Nutricia bahkan sekarang harus bersiap-siap
menerima surat cinta dari AIMI lagi karena mereka mengadakan promo
hospital to hospital untuk produk terbarunya Nutrilon Gold.

GILA yaaaa.. Promo di rumah sakit! Udah jelas2 ada tuh ketentuannya
di International Code tentang pemasaran pengganti ASI. Beberapa
larangan yang tercantum di International Code itu antara lain :

1. Sampel gratis untuk ibu menyusui

2. Iklan kepada masyarakat

3. Promosi di fasilitas pelayanan kesehatan

4. Pasokan gratis/harga diskon dan sampel di fasilitas pelayanan kesehatan

5. Hadiah atau sampel untuk petugas kesehatan

6. Kata-kata atau gambar yang mengunggulkan susu formula

7. Nasihat kepada ibu melalui staf penjualan perusahaan

8. Melarang sponsor atau hadiah bagi petugas atau sarana pelayanan kesehatan yang akan menimbulkan konflik kepentingan

Tapi memang kondisi di Indonesia menyedihkan, semua itu MASIH dan
TERUS berlangsung di depan mata. Apa yang udah AIMI kerjakan masihlah
sangat kecil dibandingkan ulan para produsen sufor itu. Dari yang kecil
itu diharapkan menyadarkan banyak orang, bahwa di negeri ini sufor udah
keterlaluan membodohi masyarakat dan mengeruk duit dari kita semua
sekaligus membuat kita sebagai konsumen yang tak berdaya.

Ayo, dari yang kecil kita bisa.. jadi gak usah ragu dan segan, kalo nemuin pelanggaran etika pemasaran sufor ke lapor@aimi-asi.org , bisa disertakan scan/guntingan iklan, foto, rekaman suara, rekaman video dan sebagainya..

Saatnya bergerak! Jangan pernah ngasih ampun ke produsen sufor!!!

Leave a Reply