Archive for April, 2007

surat untuk papa, i miss you Papa..

Sunday, April 29th, 2007

Papa..

Biru…Papa dulu paling suka warna biru. Semua baju kalo bisa ada yang warna biru. andai Papa masih ada kini 57th usianya. Papa..kangen banget Pa..2thn lebih Papa dah pulang..kalau Papa ada disini Papa mungkin senang..punya cucu berambut keriting kaya Papa..yang gak pernah Papa punya dari kami semua..yang Papa tunggu2 setiap mami melahirkan adik..kini rambut keriting gantung itu ada di Aisha cucu Papa, matanya, kulitnya mirip Papa. Kalau papa ada,mungkin Papa bahagia sekali sekarang punya cucu laki-laki..namanya gagah deh Pa..Hudzaifah Hilmi.  nama intelegent Rasulullah yang pandai menjaga rahasia perang.  Dari dulu Papa ingin punya anak laki2 lagi,eh yang keluar non reni bawel..tapi dia biar bawel tetep nyenengin..hihi..untuk dikerjain maksudnya..Sekarang Papa punya cucu lelaki.

Pa..Aisha lagi uring2an..ayahnya 3minggu lebih pergi ke Houston ikut workshop. Aisha marah2 terus,nangis kalo dilarang..Ais kangen ayahnya Pa..jadi inget waktu rie kecil kalo Papa tugas ke Lapangan hingga berbulan-bulan…pantes Rie dan adik2 suka sakit..kangen Papa..sekarang Papa pergi bertahun2 dan gak pernah pulang ke kita..Papa tunggu kami ya Pa..

Hari ini Rie buatin ayah Aisha kue ulang tahun..sebenarnya mas Nur ultah hampir seminggu yang lalu..tapi kan baru tiba di indo besok..Rie buatin lapis surabaya tart..Papa suka banget makan tart, mNur hobby makan lapis surabaya dan legit. Kuenya jadi pa..kalo Papa masih disini,papa pasti motong kuenya paling sering.

Papa..Papa..kapan rie dipanggil pulang ke tempat Papa sekarang ya? masih lama apa gak lama lagi? kalo rie dipanggil pulang sekarang..nanti Rie kangen Aisha dan Hilmi gak ya..

Ririe kangen Papa..

Moga kita semua bisa kumpul di Syurga Allah ya Pa..


Untuk Aisha & Hilmi sayang..

Sunday, April 29th, 2007

Anakku….
Bila ummi boleh memilih apakah ummi berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu
maka ummi akan memilih mengandungmu
Karena dalam mengandungmu ummi merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

sembilan bulan nak….
Engkau hidup di perut ummi
engkau ikut kemanapun ummi pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ummi berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ummi ketika engkau tidak merasa nyaman, karena ummi
kecewa dan berurai air mata

Anakku….
Bila ummi boleh memilih apakah ummi harus operasi caesar, atau ummi harus
berjuang melahirkanmu
maka ummi memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiran mu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat
ummi rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ummi ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah…
saat paling membahagiakan
Segala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan Ayahmu mengumandangkan Adzan,
Kalimat Syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku….
Bila ummi boleh memilih apakah ummi berdada indah, atau harus bangun tengah
malam
untuk menyusuimu,
maka ummi memilih menyusuimu,
karena dengan menyusuimu ummi telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan
dan tegukan-tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ummi dalam kantuk ummi,
adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku…
Bila ummi boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat atau duduk di lantai
menemanimu menempelkan puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ummi, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ummi….
Maafkan ummi…
Percayalah nak, ummi sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu keping-pun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…

Sepi dan ranamu adalah bagian duka ummi
Percayalah nak..
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ummi…

mutiara hati dari:
Ratih Sanggarwati
Jakarta, 21 Agustus 2004

Selamat Hari Lahir…

Thursday, April 26th, 2007

…Selamat hari lahir ayah..kata seorang istri pada suaminya. Hanya via sms mampu dilakukan di pagi buta..karena sang kanda tengah mencari rezki di negeri orang untuk sekolah nanda-nada tercinta.  Setiap tahun saling mengucapkan selamat tepat di tanggal yang sama setiap bulannya atas peringatan waktu kelahiran sebagai bentuk penghargaan antara mereka,saling mendoakan,saling mengingatkan dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Mungin klise hal ini,suatu yang biasa.  Tapi menjadi spesial ketika ucapan itu berupa doa dan harapan serta saling mengingatkan agar bisa lebih baik lagi meniti kehidupan didunia untuk bersiap pulang ke kampung akhirat. Kado! ah..budaya yang tak luput disetiap negara untuk memberikan sesuatu yang spesial bagi yang memperingati hari lahirnya. Sang istri merenung..apa yang bisa ku berikan untuk ayah anak2ku..dia yang bekerja dapatkan uang,aku…..hanya dirumah menerima penghasilannya dan mengaturnya untuk kelangsungan RT. lalu kuhadiahkan sesuatu dari uang itu..ah..jadi aneh…dipikir..dia bisa beli apa yang dia mau dari penghasilannya,jerih payah dia bekerja..sang istri berpikir..dan berpikir..apa yang tidak bisa dia punya dan bisa membahagiakannya?…
.………."selamat hari lahir Ayah anak-anaku..untuk yang kesekian kalinya kuucapkan kalimat ini untukmu dari nona yang tak lagi nona dengan anak-anakmu..33tahun hari ini usiamu..Aku bingung apa yang bisa kuhadiahkan untukmu,semuanya bisa kau beli bila kau mau.  Apa mau kuberikan "wanita idaman masa lalumu "yang mungkin perfect lady than me…tapi aku yang gak rela..sumpah gak rela membungkuskan kado itu untukmu….  Aku tak punya hadiah untukmu…Yang kupunya..kemauanku untuk memberikan pengabdianku padamu sebagai istrimu,ibu dari gadis & bujang cilik hasil saham kita bersama, mengurusi rumah tangga kita.. Selamat hari lahir ayah anak-anaku..,semoga keselamatan menyertaimu dalam bekerja untuk keluarga dan agama,dan berbahagia….—p.s  Cepatlah pulang,nanti kubuatkan tart lapis surabaya..moga gak bantet– "
…Message Sending…..Tut-tit-tut..message delivered.  ya Allah, jadikan aku lebih baik dihadapanmu setiap hari,jadikan aku lebih baik untuk sesamaku..mampukan aku menjalankan amanahmu atas mereka di dunia..
sang istri menutup harapan dengan kata ‘amiin’ dan semoga masih bisa mengucapkan selamat hari lahir kembali di tahun depan untuk suami dan anak-anak pemberian Ilahi…

Reinkarnasi

Wednesday, April 25th, 2007

Merenungi hari-demi hari yang dijalani..menyaksikan mereka tumbuh sehat, celoteh yang semakin menunjukan sebagai manusia cilik yang pandai, kelakuannya meniru apa yang dilakukan orang tuanya..kadang geli memperhatikannya..ikut-ikutan aja kubilang..Lelah,kesal kadang menghiasi hari-hari seorang ibu dari 2 anak yang bernama Ririe. Baru selesai adiknya,kakaknya bikin ulah,kakaknya selesai,adiknya beraksi..duh..seperti komedi putar yang gak selesai..
Kala mereka tertidur kupandangi satu persatu wajah mereka..hem..yang satu mirip ayahnya seperti pinang di belah kampak kali ye..satu lagi kata orang mirip aku..lucu sekali wajah polos itu tertidur..ya Allah..terimakasih..sakit dan lelah aku lalui untuk bisa mengantarkan mereka melihat dunia, dapat memeluk mereka kala aku tidur..kadang kesal bila sang nanda datang usilnya..habis waktu,lelah tubuh,hari makin hari umur bertambah..tentunya aku semakin tambah tua..aduhh..! sesuatu yang tak bisa kuhindari..tapi aku puas dan bersyukur padamu yaAllah, diriku kini tak lagi satu..aku punya 2 bagian dari diriku..sang Bujang nan gagah,sang Gadis nan manis. Lelah tubuh dan penat yang kurasa hilang seketika melihat mereka tumbuh gagah dan manis. Kalian permataku..aku rela bagaikan lilin untuk kalian..bila pun hancur namun mampu menerangi kalian menjadi manusia yang dicintai Allah..kalian lah penerangku dialam kuburku nanti, pemberat amal kebaikkan ku bila diakherat nanti..jadilah bunga2 surga untuk kami ayah dan ummi mu..kalian bagian dari kami..moga kami sanggup menjadikanmu manusia yang dicintai Allah & manusia..Semoga menjadi Shaleh & Shalehah "Untukmu nanda..dari Ummi.."